Cara Order

Cara Order

Bawang Berlian Mencegah dan Mengobati Tanpa Efek Samping

Kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga. Orang-orang berusaha untuk menjaga kesehatannya termasuk dengan mengkonsumsi tanaman alami berkhasiat seperti bawang berlian. Khasiat bawang ini sudah terbukti secara turun menurun sejak zaman dahulu. Masyarakat Dayak Kalimantan menggunakan bawang asal Kalimantan ini untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit. Bawang ini memiliki berbagai sebutan antara lain bawang dayak, bawang mekah, bawang seberang dan bawang arab. 

Bawang Berlian Mencegah dan Mengobati Tanpa Efek Samping
 Lebih baik mencegah daripada mengobati 

Saat ini berbagai penyakit kompleks mulai menyerang. Berbagai penyakit tersebut timbul karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Faktor lingkungan juga turut menjadi pemicu berbagai penyakit. Komplikasi penyakit kadang sulit untuk diobati dan berujung pada kematian. Berbagai penyakit yang banyak diderita saat ini antara lain kanker, hepatitis, diabetes, penyakit jantung, stroke, hipertensi, obesitas, pengapuran dan lain-lain. Padahal semua penyakit ini dapat dicegah dengan pengaturan pola makan, gaya hidup sehat serta konsumsi herbal alami yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Bawang berlian adalah tanaman khas Kalimantan yang mengandung senyawa alkaloid, saponin, triterfenoid, steroid, glikosida, tanin, fenolik dan flavonoid yang mampu menjaga kesehatan. Bawang dayak memiliki khasiat untuk mengatasi kanker, gangguan prostat, keluhan haid, asam urat, nyeri otot, nyeri sendi, radang usus, gangguan lever, hepatitis, gangguan saluran kemih, diabetes, obesitas, hipertensi, tonsilitis, pengapuran dan lain-lain. Bawang ini juga berkhasiat untuk menghambat proses penuaan, memperbaiki proses metabolisme tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi bawang berlian sangat banyak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan mengkonsumsi bawang jenis ini untuk menjaga daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Biaya yang dikeluarkan untuk mencegah suatu penyakit lebih murah dibanding biaya pengobatan. Belum lagi adanya keluhan bila sudah terserang penyakit-penyakit tersebut. 

Konsumsi herbal alami tanpa efek samping 

Konsumsi berbagai macam obat sering menimbulkan berbagai efek samping. Keluhan pusing, mual, sembelit hingga terjadinya kerusakan hati sering dialami oleh pengkonsumsi obat-obatan kimia. Hal ini tidak berlaku bagi mereka orang yang mengkonsumsi obat herbal alami. Bawang berlian sangat aman untuk dikonsumsi secara rutin. Kandungan alaminya terbukti tidak menimbulkan efek samping karena tidak mengandung bahan kimia, bahan pewarna dan bahan pengawet. 

Bagi anda yang ingin menjaga kesehatan atau yang sudah ada beberapa penyakit, segeralah untuk mencoba mengkonsumsi bawang berlian. Bisa dikonsumsi secara langsung ataupun diolah dengan beberapa obat herbal lainnya. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, selama kita berusaha untuk sembuh, jalan pasti ada…!
=========================================================
 1 Obat Untuk 50 Penyakit Hanya Rp 75.000 / Kg ! 
Garansi : Apabila paket sampai dalam kondisi tidak baik, kami ganti 2x jumlah pembelian anda 

Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. 
Bawang dayak ini juga dapat mengatasi beberapa keluhan seperti kanker kista,prostat,diabetes,asam urat,hipertensi,gangguan pencernaan lambung,kolesterol,gondok,bronkhitis,stamina dan gangguan seksual.

 Bawang ini dapat dibuktikan dalam 2 jam ada hasilnya bagi penderita seperti diabetes, asam urat, sakit pinggang, pegal-pegal, darah tinggi. 

Aturan pakai (untuk semua jenis penyakit) : 
 - Ambil 5-6 butir bawang, cuci bersih, dan potong kecil-kecil 
- Rebus bawang dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya 
- Minum air rebusan bawang, sehari 2x 

Harga : Rp. 75.000,-/kg (belum termasuk ongkos kirim)
Tersedia juga Paket Promo: Beli 4 kg Gratis 1 Kg

Order SMS ke :
  PIN BBM  75D2AFD9

Silahkan SMS dengan format :

NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO. HP, PRODUK YG DIPESAN, JUMLAH PESANAN

Contoh : 
Ahmad Wahyudi, Jl. Mampang Prapatan II No. 15 RT. 36 RW. 11 Jakarta Selatan 12790, HP. 0813264575788, Bawang Dayak, 1 Kg

  • Setelah menerima SMS Anda, segera kami balas dengan total harga dan ongkos kirim serta nomor rekening transfer (BCA) untuk pembayaran.
  • Begitu transfer kami terima, barang segera kami kirim dan no resi pengiriman akan kami beritahukan via SMS.
Read More >>

Bawang Berlian Obat Kanker Payudara Alami

Bawang Berlian Obat Kanker Payudara Alami - Ahli radiasi kanker Sekolah Kedokteran Harvard, Massachusetts, Amerika Serikat, Prof dr Jay R Harris MD, mengungkapkan 3-4% penderita kanker payudara di negeri Abang Sam meninggal setiap tahun. Kementerian Kesehatan mencatat pada 2008 pasien kanker payudara peringkat pertama terbanyak yang menjalani rawat inap di rumahsakit di Indonesia pada kurun 2004-2007. Pada 2004 jumlah penderita kanker payudara di Indonesia  5.207 pasien melonjak menjadi 8.277 kasus (2007).
Bawang Berlian Obat Kanker Payudara Alami

Kanker itu muncul karena anomali pertumbuhan sel di jaringan payudara. Pemicunya beragam. “Genetik, hormon, dan radiasi bisa memicu pembelahan sel yang tidak terkendali sehingga menyebabkan kanker payudara,” ujar dr Putri Halleyana dari Klinik Universitas Padjadjaran. Meski mayoritas penderita kanker payudara adalah perempuan, tetapi pria tak kebal dari kanker payudara.

Terbukti berkhasiat

Menurut dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, secara empiris banyak tanaman obat seperti bawang berlian Eleutherine palmifolia yang berkhasiat sebagai antikanker. “Biasanya pasien mulai merasakan perubahan setelah konsumsi bawang berlian selama dua minggu,” ujar Prapti yang meresepkan dua kapsul bawang berlian 3 kali sehari untuk membantu mengatasi kanker payudara.

Riset dr Ivan Hendra Sudarmawan saat menyelesaikan program spesialis di Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, membuktikan khasiat bawang berlian sebagai antikanker. Ivan meriset secara in vitro ekstrak fraksi etanolik dan fraksi petroleum eter umbi tanaman keluarga Iridaceae itu menekan tingkat ekspresi sel kanker payudara. Ia menguji aktivitas antitumor kedua hasil ekstraksi itu-etanolik dan petroleum eter-melalui penekanan tingkat ekspresi p53 mutan alias protein 53.

P53 ialah penjaga sel dari mutasi genetik akibat kerusakan asam deoksiribonukleat (DNA). Hasil uji menunjukan kedua jenisekstraksi bawang berlian mampu menekan tingkat ekspresi p53 mutan galur sel kanker payudara T47D. Dengan tertekannya ekpresi p53 mutan itu akan memacu proses apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Selain itu juga memberikan kesempatan sel untuk melakukan perbaikan asam deoksiribonukleat.

Hasil uji pun menunjukkan tidak ada perbedaan potensi antara pemberian ekstrak umbi bawang berlian fraksi etanolik dan fraksi petroleum eter dalam menekan ekspresi p53 mutan sel kanker payudara. Artinya hasil kedua ekstraksi itu sama-sama potensial berkhasiat antikanker. Kematian sel kanker payudara T47D dan MCF7 karena induksi bahan aktif yang terkandung dalam umbi bawang berlian.

Donor Atom

Salah satu senyawa yang terkandung dalam bawang berlian adalah flavonoid. Senyawa itu  terbukti berkhasiat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping sel darah, merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, senyawa flavonoid berfungsi sebagai pemberi atom hidrogen pada radikal lipid.

Dengan memberikan atom hidrogen, maka radikal lipid akan berubah menjadi bentuk lebih stabil dan tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Secara empiris masyarakat memang banyak menggunakan bawang berlian sebagai obat tradisional. K Heyne dalam “Tumbuhan Berguna Indonesia” mengungkapkan bahwa umbi bawang Eleutherine americana itu sangat baik untuk peluruh kemih, muntah, dan pencahar.

Menurut Ir Wahyu Suprapto, mantan kepala Balai Materia Medika, yang menekuni pengobatan tradisional, bawang berlian juga mempunyai khasiat lain yang unik, yakni mempercepat masak bisul. Itu karena bawang sabrang bersifat dingin bertolak belakang dengan sakit bisul yang bersifat panas. Bawang tiwai alias bawang berlian memang terbukti berlimpah khasiat. (Muhamad Khais Prayoga)
sumber : http://trubusgroup.co.id

=========================================================
 1 Obat Untuk 50 Penyakit Hanya Rp 75.000 / Kg ! 
Garansi : Apabila paket sampai dalam kondisi tidak baik, kami ganti 2x jumlah pembelian anda 

Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. 
Bawang dayak ini juga dapat mengatasi beberapa keluhan seperti kanker kista,prostat,diabetes,asam urat,hipertensi,gangguan pencernaan lambung,kolesterol,gondok,bronkhitis,stamina dan gangguan seksual.

 Bawang ini dapat dibuktikan dalam 2 jam ada hasilnya bagi penderita seperti diabetes, asam urat, sakit pinggang, pegal-pegal, darah tinggi. 

Aturan pakai (untuk semua jenis penyakit) : 
 - Ambil 5-6 butir bawang, cuci bersih, dan potong kecil-kecil 
- Rebus bawang dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya 
- Minum air rebusan bawang, sehari 2x 

Harga : Rp. 75.000,-/kg (belum termasuk ongkos kirim)
Tersedia juga Paket Promo: Beli 4 kg Gratis 1 Kg

Order SMS ke :
  PIN BBM  75D2AFD9

Silahkan SMS dengan format :

NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO. HP, PRODUK YG DIPESAN, JUMLAH PESANAN

Contoh : 
Ahmad Wahyudi, Jl. Mampang Prapatan II No. 15 RT. 36 RW. 11 Jakarta Selatan 12790, HP. 0813264575788, Bawang Dayak, 1 Kg

  • Setelah menerima SMS Anda, segera kami balas dengan total harga dan ongkos kirim serta nomor rekening transfer (BCA) untuk pembayaran.
  • Begitu transfer kami terima, barang segera kami kirim dan no resi pengiriman akan kami beritahukan via SMS.
Read More >>

Berbagai Cara Penyajian Bawang Berlian

Bagi warga Pulau Kalimantan, umbi bawang berlian (Eleutherine americana) adalah panasea karena selama ini dikenal sebagai penyembuh berbagai macam penyakit. Cara penggunaannya pun bermacam-macam. Mulai diseduh, direbus  dengan api kecil sampai dikonsumsi dalam bentuk kapsul.

Dalam mitologi Yunani, Dewi Panasea dipercaya sebagai dewi yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan memperpanjang umur. Oleh karena itu panasea menjadi sebutan untuk obat yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Sosok panasea itu ditemukan warga Pulau Kalimantan pada umbi bawang berlian Eleutherine americana.

Berbagai Cara Penyajian Bawang BerlianBawang berlian terbukti secara empiris mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, mioma, dan mag. Hasil penelitian Alia Mustika Nur, alumnus Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan umbi tanaman anggota famili Iridaceae itu mengandung senyawa naphtokuinones dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone. Naphtokuinones dikenal ampuh sebagai antikanker, antioksidan, antimikroba, anticendawan, antivirus, dan antiparasitik.

Cara penyajian bawang berlian

Serbuk kering

Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, senyawa aktif dalam bawang berlian adalah alisin. “Senyawa itu dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah,” ujar Sidik.

Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, menuturkan bawang berlian juga kaya antosianin, yakni senyawa pewarna alami yang memberi warna merah pada umbi. Prof Sidik menuturkan antosianin berfaedah sebagai antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. “Di antara senyawa-senyawa aktif itu, kemungkinan eleutherine dan antosianin yang paling banyak berperan,” ujar Sukrasno.

Menurut Sukrasno eleutherine dan antosianin bersifat mudah larut dan terurai dalam air. Oleh karena itu untuk memperoleh faedah senyawa aktif itu cukup gunakan pelarut air. Caranya dengan menyeduh irisan satu siung (30 gram) bawang dayak menggunakan segelas air panas, atau memanaskan dengan api kecil tapi tidak sampai mendidih. Sebab menutur Sidik, sebagian besar senyawa aktif pada tanaman mudah rusak bila dipanaskan lebih dari 900C. Dokter herbalis di Tangerang, Banten, dr Prapti Utami sepakat. Tubuh lebih mudah menyerap kandungan antioksidan bawang berlian hasil proses perebusan.

Sidik menyarankan untuk mengolah bawang berlian menjadi serbuk. “Dengan membuat serbuk, senyawa masih menyerupai aslinya, tidak terjadi degradasi,” ujarnya. Untuk membuat serbuk, cuci umbi segar, iris tipis 3 mm, kemudian keringkan. Pengeringan bisa menggunakan oven dengan suhu maksimal 400C hingga kadar air kurang dari 10%. Atau cukup kering anginkan irisan bawang dayak, tidak terkena sinar matahari langsung.

Irisan bawang sabrang kering setelah 2-3 hari bila temperatur 28-300C. Selanjutnya giling irisan kering itu menjadi serbuk. Untuk mengonsumsinya kita bisa menyeduh seperti yang disarankan oleh Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat. Sidik mengatakan hindari menyeduh dengan air mendidih, cukup dengan air matang tapi hangat. Serbuk bawang berlian juga dapat dikemas dalam kapsul. Namun, dalam bentuk itu tubuh lebih lama mencerna bawang dayak karena mesti mengurai selubung kapsul dahulu.

Manisan

Olahan lain dalam bentuk manisan seperti dilakukan oleh Ronny Yuniar Galingging dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah. Cara membuatnya mudah. Cuci bersih bawang dayak, potong akar dan daun, lalu iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kukus irisan bawang dayak itu selama 5 menit. Setelah itu masukkan ke dalam larutan gula dengan perbandingan gula dan air 1:1. Masak sampai kental dan terbentuk kristal gula.

Sukrasno menyarankan sebaiknya saat mengolah gunakan umbi bawang dayak segar. “Bahan segar memiliki zat aktif yang masih lengkap,” katanya. Oleh karena itu herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi menyarankan penyuka lalapan untuk mengonsumsi bawang berlian segar. Konsumsilah 3 umbi berukuran sedang atau   4-5 umbi berukuran kecil saat makan sebanyak 2 kali sehari. Agar umbi segar tahan lama, simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung dengan ventilasi cukup agar udara tidak lembap. “Penyimpanannya seperti bawang merah di dapur. Kalau lingkungan terlalu lembap umbi mudah tumbuh tunas,” ujar Sukrasno.

Namun, cara itu hanya mampu mengawetkan bawang dayak selama sepekan. Sukrasno menuturkan supaya lebih awet simpan bawang berlian dalam bentuk bawang rajang kering. Dalam bentuk kering bawang tahan simpan hingga 2 tahun, asalkan tidak ada infeksi cendawan. Ciri bawang kering rusak jika direbus warnanya tidak merah, melainkan cokelat.

Prapti Utami menyarankan sebaiknya kita mengonsumsi olahan bawang berlian satu jam sebelum makan. “Pada kondisi itu lambung dalam keadaan kosong, sehingga penyerapan herbal lebih maksimal,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu. Bagi pasien yang memiliki gangguan lambung seperti mag, sebaiknya konsumsi herbal dua jam setelah makan. Pada saat itu tubuh telah mencerna sebagian makanan dan sebagian  lambung sudah kosong. 

(Desi Sayyidati Rahimah, Andari Titisari dan Bondan Setiawan trubus-online.co.id)

=========================================================
 1 Obat Untuk 50 Penyakit Hanya Rp 75.000 / Kg ! 
Garansi : Apabila paket sampai dalam kondisi tidak baik, kami ganti 2x jumlah pembelian anda 

Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. 
Bawang dayak ini juga dapat mengatasi beberapa keluhan seperti kanker kista,prostat,diabetes,asam urat,hipertensi,gangguan pencernaan lambung,kolesterol,gondok,bronkhitis,stamina dan gangguan seksual.

 Bawang ini dapat dibuktikan dalam 2 jam ada hasilnya bagi penderita seperti diabetes, asam urat, sakit pinggang, pegal-pegal, darah tinggi. 

Aturan pakai (untuk semua jenis penyakit) : 
 - Ambil 5-6 butir bawang, cuci bersih, dan potong kecil-kecil 
- Rebus bawang dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya 
- Minum air rebusan bawang, sehari 2x 

Harga : Rp. 75.000,-/kg (belum termasuk ongkos kirim)
Tersedia juga Paket Promo: Beli 4 kg Gratis 1 Kg

Order SMS ke :
  PIN BBM  75D2AFD9

Silahkan SMS dengan format :

NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO. HP, PRODUK YG DIPESAN, JUMLAH PESANAN

Contoh : 
Ahmad Wahyudi, Jl. Mampang Prapatan II No. 15 RT. 36 RW. 11 Jakarta Selatan 12790, HP. 0813264575788, Bawang Dayak, 1 Kg

  • Setelah menerima SMS Anda, segera kami balas dengan total harga dan ongkos kirim serta nomor rekening transfer (BCA) untuk pembayaran.
  • Begitu transfer kami terima, barang segera kami kirim dan no resi pengiriman akan kami beritahukan via SMS.


Read More >>

Bawang Dayak untuk Pengobatan Kanker, Jantung, dan Diabetes

Bawang Dayak untuk Pengobatan Kanker, Jantung, dan Diabetes - Sudah sejak lama bawang dayak dimanfaatkan sebagai obat aneka penyakit, antara lain sembelit, sulit buang air kecil, radang usus, disentri, luka, bisul, muntah, hingga penyakit kuning. Bukan hanya itu, beberapa penyakit berat, seperti kanker payudara, diabetes melitus, hipertensi, dan hiperkolesterol dipercaya dapat diatasi dengan bawang dayak. Meskipun demikian, studi mengenai manfaat bawang dayak untuk kesehatan masih belum banyak dilakukan.
Bawang Dayak untuk Pengobatan Kanker, Jantung, dan Diabetes

Bawang dayak untuk obat hipertensi dan diabetes
Menurut Prof Dr Sidik Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak mengandung alisin. Senyawa inilah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah.

Kandungan naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan. Bukan hanya naphtoquinones, kandungan alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin juga mendatangkan khasiat kesehatan, yakni sebagai hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah untuk terapi penderita diabetes melitus. Sebuah studi preklinis yang dilakukan oleh Sa’roni, dkk. yang dipublikasikan pada Cermin Dunia Kedokteran tahun 1992 menyatakan bahwa bawang dayak memiliki efek anti-inflamasi atau antiperadangan.

Antioksidan, Penangkal Radikal Bebas
Tahukah Anda bahwa bawang dayak berkhasiat sebagai antimelanogenesis (mencegah timbulnya bintik atau titik-titik hitam di kulit) dan antioksidan (menangkal radikal bebas). Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid (triterpenoid), glikosida, glikosida antrakinon, dan saponin dalam bawang dayak.

Menurut Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, bawang dayak kaya akan antosianin—senyawa pewarna alami yang memberikan warna merah pada bawang dayak. Menurut Prof. Dr. Sidik, Apt. (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) antosianin merupakan antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. Berkurangnya kadar radikal bebas dalam tubuh, risiko untuk menderita penyakit kanker, jantung, dan diabetes semakin berkurang.

Fenolik Sederhana dan Naphtokuinones, Agen Antikanker

Menurut de Padua dkk dalam Plant Resources of South East Asia tahun 1999, kandungan fenolik sederhana, tanin, quinines, dan antosianin dalam bawang dayak merupakan senyawa yang memiliki efek terhadap pengobatan kanker. Sebuah studi yang dilakukan oleh Vita Permanasari, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM, menyatakan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan sel kanker darah manusia.

Sebuah riset ilmiah yang dilakukan oleh Himawan Budityastomo dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara membuktikan ekstrak bawang dayak dapat menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E sel kanker rahim manusia. Turunnya aktivitas cyclin-E menyebabkan terjadinya apoptosis atau kematian sel kanker. Sementara itu, menurut Petr Babula (peneliti di Department of Natural Drugs, University of Veterinary and Pharmaceutical Sciences, Republik Ceko), naphtokuinones dalam bawang dayak merupakan senyawa yang berperan sebagai agen antikanker.

Bawang Dayak, Pemelihara Kesehatan Ginjal
Penelitian lain yang dilakukan oleh Arnida dkk dari Farmasi Universitas Lampung menjelaskan ekstrak bawang dayak dapat menurunkan kadar kalsium urine, meningkatkan volume air seni selama 24 jam (bersifat diuretik atau peluruh kencing), dan menurunkan pH air seni. Aktivitas diuretik pada bawang dayak bisa memudahkan penghancuran dan pengeluaran batu ginjal.

=========================================================
 1 Obat Untuk 50 Penyakit Hanya Rp 75.000 / Kg ! 
Garansi : Apabila paket sampai dalam kondisi tidak baik, kami ganti 2x jumlah pembelian anda 

Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. 
Bawang dayak ini juga dapat mengatasi beberapa keluhan seperti kanker kista,prostat,diabetes,asam urat,hipertensi,gangguan pencernaan lambung,kolesterol,gondok,bronkhitis,stamina dan gangguan seksual.

 Bawang ini dapat dibuktikan dalam 2 jam ada hasilnya bagi penderita seperti diabetes, asam urat, sakit pinggang, pegal-pegal, darah tinggi. 

Aturan pakai (untuk semua jenis penyakit) : 
 - Ambil 5-6 butir bawang, cuci bersih, dan potong kecil-kecil 
- Rebus bawang dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya 
- Minum air rebusan bawang, sehari 2x 

Harga : Rp. 75.000,-/kg (belum termasuk ongkos kirim )
Tersedia juga Paket Promo: Beli 4 kg Gratis 1 Kg

Order SMS ke :
  PIN BBM  75D2AFD9

Silahkan SMS dengan format :

NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO. HP, PRODUK YG DIPESAN, JUMLAH PESANAN

Contoh : 
Ahmad Wahyudi, Jl. Mampang Prapatan II No. 15 RT. 36 RW. 11 Jakarta Selatan 12790, HP. 0813264575788, Bawang Dayak, 1 Kg

  • Setelah menerima SMS Anda, segera kami balas dengan total harga dan ongkos kirim serta nomor rekening transfer (BCA) untuk pembayaran.
  • Begitu transfer kami terima, barang segera kami kirim dan no resi pengiriman akan kami beritahukan via SMS.


Read More >>

Kandungan Antioksidan pada Bawang Dayak

Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) adalah salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan. Penduduk lokal di daerah tersebut sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanaman ini adalah umbinya. Nama lain dari bawang dayak antara lain Eleutherine americana, E. bulbosa, E. subaphyla, E. citriodora, E. guatemalensis, E. latifolia, E. longifolia, E. plicata dan E. anomala (Anonim 2009). Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama bawang mekah, bawang hantu, bawang sabrang dan bawang arab.
Kandungan Antioksidan pada Bawang Dayak

Taksonomi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia)
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobinota
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Iridaceae
Genus : Eleutherine
Spesies : Eleutherine americana Merr

Tanaman ini banyak terdapat di daerah pegunungan antara 600 sampai 1500 m di atas permukaan laut. Penanamannya mudah dibudidayakan, tidak tergantung musim dan dalam waktu 2 hingga 3 bulan setelah tanam sudah dapat dipanen (Saptowalyono 2007). Ciri spesifik dari tanaman ini adalah umbinya yang berwarna merah menyala dengan permukaan yang sangat licin, letak daun berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda dan bunganya berwarna putih. Tipe pertulangan daunnya sejajar dengan tepi daun licin dan bentuknya seperti pita bergaris. Selain digunakan sebagai tanaman obat, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang berwarna putih (Galingging 2007). 

Khasiat dari tanaman bawang dayak di antaranya sebagai antikanker payudara, mencegah penyakit jantung, immunostimulant, antinflamasi, antitumor serta anti bleeding agent (Saptowalyono 2007). Hasil penelitian menunjukan bahwa umbi bawang dayak mengandung senyawa naphtoquinonens dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, eleuthernone (Hara et al 1997). Naphtoquinones dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan yang biasanya terdapat di dalam sel vakuola dalam bentuk glikosida (Babula et al. 2005).

Umbi bawang dayak mengandung senyawa-senyawa turunan anthrakinon yang mempunyai daya pencahar, yaitu senyawa-senyawa eleutheurin, isoeleutherin dan senyawa-senyawa sejenisnya, senyawa-senyawa lakton yang disebut eleutherol dan senyawa turunan pyron yang disebut eleutherinol (Komura et al. 1983). Adapun senyawa bioaktif yang terdapat dalam umbi bawang dayak terdiri dari senyawa alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, saponin, triterpenoid, tanin (Galingging 2007) dan kuinon (Nawawi et al. 2007).

Umbi bawang dayak dapat dipergunakan dalam bentuk segar, simplisia, manisan dan bubuk (powder). Simplisia adalah bahan tanaman yang diolah dengan cara pengeringan yang dipergunakan sebagai obat. Selama proses pengeringan simplisia, kadar air dan reaksi-reaksi zat aktif dalam bahan akan berkurang. Pembuatan simplisia dengan cara pengeringan harus dilakukan dengan cepat, tetapi pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Penggunaan suhu yang terlalu tinggi akan mengakibatkan perubahan kimia pada kandungan senyawa aktifnya. Pada umumnya, suhu pengeringan adalah antara 40 - 600C dan hasil yang baik dari proses pengeringan adalah simplisia yang mengandung kadar air 10% (Sembiring 2007). Bahan simplisia yang akan dikeringkan harus diatur ketebalan pemotongan bahannya, sehingga diperoleh tebal irisan yang seragam dan selama pengeringannya tidak mengalami kerusakan.

Hasil penelitian Nawawi et al. (2007) menunjukan bahwa karakteristik simplisia bawang dayak memiliki kadar abu total 1.4%, abu larut air 4.2%, abu tidak larut asam 1.7%, sari larut etanol 2.7% dan sari larut air 2%. Selain itu, diperoleh hasil kadar air simplisia 6%, nilai tersebut memenuhi standar persyaratan kadar air simplisia secara umum yaitu kurang dari 10%. Hasil uji fitokimia simplisia bawang dayak menunjukkan hasil positif untuk alkaloid (endapan merah), kuinon (endapan merah kecoklatan), tanin (warna merah), flavonoid (endapan kuning), steroid atau triterpenoid (warna merah), dan hasil negatif pada saponin (tidak berbentuk busa) (Nawawi et al. 2007).

ANTIOKSIDAN DAN PENGUKURANNYA
Radikal bebas (free radical) adalah molekul atau gugus atom yang tidak memiliki pasangan elektron pada orbit terluarnya. Akibatnya radikal bebas biasanya bersifat tidak stabil dan sangat reaktif karena berusaha untuk berpasangan dengan molekul atau atom lain. Senyawa radikal bebas dapat terbentuk akibat proses kimia yang terjadi dalam tubuh, seperti proses oksidasi, olahraga berlebihan dan peradangan. Selain itu, senyawa radikal bebas juga bisa terbentuk ketika komponen makanan diubah menjadi energi melalui proses metabolisme yang mana sering terjadi kebocoran elektron. Kondisi seperti ini sangat mudah menyebabkan terjadinya pembentukan radikal bebas seperti anion superoksida dan hidroksil. Pembentukan senyawa radikal bebas tidak hanya terjadi dari proses kimia, akan tetapi bisa terbentuk dari senyawa lain yang sebenarnya bukan bersifat radikal bebas dan mudah berubah menjadi radikal bebas. Kelompok senyawa tersebut sering diistilahkan sebagai Reactive Oxygen Species (ROS) (Winarsi 2007).

ROS merupakan senyawa turunan oksigen yang lebih reaktif. Senyawa ini akan mencapai kestabilan dengan menerima elektron dari molekul lain atau mentransfer elektron yang tidak berpasangan ke molekul lain. Senyawa ROS yang tidak memiliki pasangan elektron meliputi anion superoksida (O2·−), radikal hidroksil (OH·), radikal peroksil (ROO·) dan radikal hidroperoksil (HOO·), sedangkan senyawa ROS yang memiliki pasangan elektron adalah hidrogen peroksida (H2O2), asam hipoklorous (HOCl) dan anion peroksinitrit (ONOO-). Apabila jumlah ROS melebihi jumlah antioksidan dalam tubuh, maka kelebihannya akan menyerang komponen lipid, protein, maupun DNA sehingga mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang disebut stress oksidatif. Secara alami, ROS terbentuk dari hasil proses metabolisme dan sel tubuh telah memiliki beberapa mekanisme perlindungan untuk mencegah terbentuknya ROS atau detoksifikasi ROS. Mekanisme ini menggunakan molekul yang disebut dengan antioksidan (Wu dan Arthur 2003).

Antioksidan adalah suatu substansi yang pada konsentrasi rendah dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Senyawa ini memiliki berat molekul kecil tetapi mampu menginaktivasi berkembangnya reaksi oksidasi dengan cara mencegah terbentuknya radikal. Antioksidan pada umumnya terdapat secara alami pada tanaman dan memiliki peranan penting bagi perlindungan kesehatan tubuh. Senyawa ini dapat mencegah kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit (Dimitrios 2006). Tubuh manusia memiliki sistem antioksidan untuk menangkal reaktivitas radikal bebas yang secara kontinu dibentuk oleh diri sendiri, contohnya superoxide dismutase (SOD), catalase (CAT) dan glutathion peroxidase (GPx).

Berdasarkan pertahanan dalam tubuh, antioksidan dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis, yaitu (1) pertahanan antioksidan di baris pertama (antioksidan primer), (2) pertahanan antioksidan di baris kedua (antioksidan sekunder) dan (3) pertahanan antioksidan di baris ketiga (antioksidan tersier). Enzim SOD , CAT, GPx, dan beberapa mineral (Se, Mn, Cu, Zn) menjadi senyawa antioksidan di pertahanan pertama. Antioksidan ini bekerja mencegah pembentukan radikal bebas baru dengan cara mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang kurang mempunyai dampak negatif.

Pertahanan antioksidan di barisan kedua bekerja dengan cara mengkelat logam yang bertindak sebagai prooksidan, menangkap radikal dan mencegah terjadinya reaksi berantai, senyawanya antara lain Glutathione (GSH), vitamin C, asam urat, albumin, bilirubin, vitamin E (α-tokoferol), karotenoid dan flavonoid. Pertahanan antioksidan di baris ketiga adalah golongan enzim untuk memperbaiki kerusakan DNA, protein, oksidasi lemak dan peroksida serta menghentikan rantai propagasi pada peroksil lipid. Enzim-enzim ini adalah lipase, protease, enzim yang memperbaiki DNA, transferase dan methionine sulphoxide reductase (Gupta dan Sharma 2006)

Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami). Beberapa contoh antioksidan sintetik antara lain butylated hydroxyanisole (BHA), butylated hydroxytoluene (BHT), propyl gallate (PG), tert-butylhydroquinone (TBHQ), sedangkan yang termasuk antioksidan alami antara lain fenol, polifenol, flavonoid, α-tokoferol, karotenoid dan antosianin. Komponen fenolik seperti flavonoid, asam fenolik atau ditermen fenolik adalah senyawa-senyawa dominan yang berpotensi sebagai antioksidan (Kiselova et al. 2006), berperan dalam menangkal dan menetralkan radikal bebas, meredam terbentuknya singlet oksigen dan triplet oksigen atau secara langsung mendekomposisi peroksida (Javanmardi et al. 2003)

Berbagai macam metode untuk pengukuran aktivitas antioksidan telah banyak digunakan untuk melihat dan membandingkan aktivitas antioksidan pada berbagai macam sumber antioksidan. Beberapa metode pengukuran aktivitas antioksidan yang dapat digunakan antara lain metode beta karoten, metode linoleat, metode terkonjugasi, metode tiosianat, metode rancimat dan metode DPPH. Pengujian antioksidan dengan DPPH merupakan salah satu metode yang sederhana dengan menggunakan radikal 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil sebagai senyawa pendeteksi. DPPH merupakan senyawa radikal bebas yang bersifat stabil sehingga dapat bereaksi dengan atom hidrogen yang berasal dari suatu antioksidan membentuk DPPH tereduksi (Molyneux 2004). Pengukuran aktivitas antioksidan dengan DPPH menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 517nm.

Prinsip dari metode DPPH ini, atom hidrogen dari sutau senyawa antioksidan akan membuat larutan DPPH menjadi tidak berwarna yang dapat diukur menggunakan spektrofotometer akibat terbentuknya DPPH tereduksi (DPPH-H) (Sharma dan Bhat 2009). Apabila larutan DPPH direaksikan dengan senyawa antioksidan, maka akan terjadi perubahan warna dari ungu menjadi kuning (Molyneux 2004). Semakin tinggi kemampuan suatu senyawa antioksidan dalam meredam radikal DPPH, maka warna yang dihasilkan akan semakin kuning dan mendekati jernih. Hal ini ditandai dengan semakin kecilnya nilai absorbansi yang terukur pada spektrofotometer.

Selain menggunakan metode DPPH, salah satu pengukuran aktivitas antioksidan dapat dilakukan dengan metode rancimat. Prinsip kerja dari alat rancimat adalah penghembusan oksigen secara terus-menerus ke dalam sampel yang dipansakan, sehingga menghasilkan ion-ion hasil oksidasi. Ion-ion ini akan menghasilkan nilai konduktivitas tertentu yang diukur di dalam air bebas ion.
Aktivitas antioksidan dengan metode rancimat ditentukan dengan menghitung waktu induksinya. Semakin lama waktu induksi, maka sampel yang diuji memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Reaksi antioksidan minyak akan menghasilkan senyawa ionik yang volatil. Senyawa ionik ini dialirkan pada air bebas ion dan senyawa tersebut akan mengubah konduktivitas listrik dari air bebas ion (Tensiska et al. 2003). Waktu saat terjadinya peningkatan konduktivitas listrik secara cepat ditentukan sebagai waktu induksi.

VITAMIN C
Vitamin C atau asam askorbat adalah vitamin yang larut dalam air, mempunyai sifat yang asam dan sifat pereduksi yang kuat. Struktur kimianya terdiri dari rantai 6 atom C dan kedudukannya tidak stabil (C6H8O6), karena mudah bereaksi dengan O2 di udara menjadi asam dehidroaskorbat. Vitamin C merupakan fresh food vitamin karena sumber utamanya adalah buah-buahan dan sayuran segar. Asam askorbat pada tumbuhan merupakan metabolit sekunder, karena terbentuk dari glukosa melalui jalur asam D-glukoronat dan L-gulonat (Safaryani et al. 2007).

Sifat asam askorbat adalah mudah berubah akibat oksidasi namun stabil jika merupakan kristal murni. Selain itu, asam askorbat mudah rusak oleh pH, cahaya dan temperatur. Penggunaan suhu yang tinggi dengan waktu yang lama akan menurunkan jumlah asam askorbatnya. Bentuk asam askorbat yang ada di alam adalah L-asam askorbat. Asam L-askorbat dengan adanya enzim asam askorbat oksidase akan teroksidasi menjadi asam L-dehidroaskorbat. Asam ini secara kimia juga sangat labil dan mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulonat yang tidak lagi memiliki keaktifan sebagai asam askorbat. Suasana basa menyebabkan asam L-diketogulonat teroksidasi menjadi asam oksalat dan asam L-treonat( Safaryani et al. 2007).

Manfaat asam askorbat bagi kesehatan yaitu sebagai antioksidan, antiatherogenik, antikarsinogenik dan immunomodulator. Asam askorbat merupakan sumber antioksidan yang sangat baik dalam tubuh yang secara alami melindungi tubuh dari serangan oksidatif akibat radikal bebas. Selain itu, asam askorbat juga berfungsi untuk mengurangi risiko kanker lambung dan mencegah kanker kolektral. Asam askorbat bekerja secara sinergis dengan vitamin E untuk menangkal radikal bebas. Sebagai senyawa peredam radikal bebas, asam askorbat dapat langsung bereaksi dengan anion superoksida, radikal hidroksil, oksigen singlet dan lipid peroksida. Selain itu, asam askorbat akan mendonorkan satu elektron membentuk semidehidroaskorbat yang tidak bersifat reaktif dan selanjutnya mengalami reaksi disproporsionasi membentuk dehidroaskorbat yang bersifat tidak stabil. Dehidroaskorbat akan terdegradasi membentuk asam oksalat dan asam treonat. Oleh karena kemampuanya sebagai penghambat radikal bebas, maka peranannya sangat penting dalam menjaga integritas membran sel (Suhartono et al. 2007).

FITOKIMIA
Fitokimia adalah senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan dan dapat memberikan efek kesehatan pada manusia. Pada tumbuhan terdapat senyawa kimia bermolekul kecil yang penyebarannya terbatas dan sering disebut sebagai metabolit sekunder (Sitrait 2007). Jumlah metabolit sekunder pada tanaman lebih sedikit dibandingkan dengan metabolit primernya (karbohidrat, lemak, protein). Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder dari tumbuhan. Metabolit sekunder pada tanaman antara lain saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, steroid, terpenoid dan tanin.

Analisis fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tetapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Hal inilah yang menjelaskan mengapa orang-orang lebih tertarik mengisolasi metabolit sekunder daripada metabolit primernya. Senyawa aktif ini dapat bermanfaat sebagai antioksidan dan mencegah kanker serta penyakit jantung.

Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan bahwa zat-zat kombinasi fitokimia di dalam tubuh memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasinya antara lain menghasilkan enzim-enzim sebagai penangkal racun, merangsang sistem pertahanan tubuh, menimbulkan efek antibakteri, antivirus dan antioksidan serta dapat menimbulkan efek antikanker. Sampai saat ini sudah banyak jenis fitokimia yang ditemukan dan jumlahnya begitu banyak. Agar memudahkan dalam mempelajarinya, maka dilakukan penggolongan senyawa fitokimia. Adapun golongan senyawa fitokimia dapat dibagi sebagai berikut: alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, fenol, triterpenoid dan steroid.

1. Alkaloid
Alkaloid adalah senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam bentuk gabungan sebagai bagian dari sistem siklik (Harborne 1987). Alkaloid pada tumbuhan dipercaya sebagai hasil metabolisme dan merupakan sumber nitrogen. Kebanyakan alkaloid berbentuk kristal dan hanya sedikit yang berupa cairan pada suhu kamar. Kebasaan nitrogen menyebabkan senyawa tersebut mudah mengalami dekomposisi terutama oleh sinar dengan adanya oksigen (Lenny 2006).

2. Saponin
Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang tersebar luas pada tumbuhan tingkat tinggi. Saponin membentuk larutan koloidal dalam air dan membentuk busa jika dikocok dan tidak hilang dengan penambahan asam (Harborne 1996). Saponin memiliki rasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir.

3. Tanin
Tanin merupakan senyawa yang memiliki jumlah gugus hidroksi fenolik yang banyak pada tumbuh-tumbuhan. Tanin dapat berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya dalam menstabilkan fraksi lipid dan keaktifannya dalam penghambatan lipoksigenase (Zeuthen dan Sorensen 2003).

4. Fenolik
Senyawa fenolik telah diketahui memiliki berbagai efek biologis seperti aktivitas antioksidan melalui mekanisme sebagai pereduksi, penangkap radikal bebas, pengkelat logam, peredam terbentuknya singlet oksigen serta pendonor elektron (Karadeniz et al. 2005). Komponen fenolik merupakan kelompok molekul yang besar dan beragam, yang terdiri dari golongan aromatik pada metabolit sekunder tumbuh-tumbuhan. Fenolik dapat diklasifikasikan ke dalam komponen yang tidak larut seperti lignin dan komponen yang larut seperti asam fenolik, phenylpropanoids, flavonoid dan kuinon (Harborne dan Williams 2000). Setiap tumbuh-tumbuhan memiliki struktur komponen fenolik yang berbeda. Ada komponen fenolik yang memliki gugus –OH banyak dan ada pula komponen fenolik yang memiliki gugus –OH yang sedikit. Gugus –OH berperan dalam proses transfer elektron untuk menstabilkan dan meredam radikal bebas.

5. Flavonoid
Flavonoid merupakan salah satu dari kelompok senyawa fenolik yang dapat ditemukan di buah dan sayur. Flavonoid telah diteliti memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antikanker, antiviral, antiinflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler dan penangkap radikal bebas. Kekuatan aktivitas antioksidan dari flavonoid bergantung pada jumlah dan posisi dari gugus -OH yang terdapat pada molekul. Semakin banyak gugus -OH pada flavonoid, maka aktivitas antiradikalnya semakin tinggi. Adanya gugus orto-katekol (3„4„-OH) pada cincin B flavonoid merupakan faktor penentu kapasitas antioksidan yang tinggi (Amic et al. 2003).

6. Triterpenoid/ Steroid
Triterpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isopropana dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik, yaitu skualena. Senyawa ini berstruktur siklik, kebanyakan berupa alkohol, aldehida atau asam karboksilat. Triterpenoid merupakan senyawa berbentuk kristal dan bertitik leleh tinggi. Uji yang banyak digunakan adalah reaksi Licberman-Burchard (anhidrat asetat- H2SO4) yang dengan kebanyakan triterpena dan sterol memberikan warna hijau-biru (Harborne 1987).

7. Glikosida
Glikosida merupakan salah satu senyawa aktif tanaman yang termasuk dalam kelompok metabolit sekunder. Senyawa ini mengandung komponen gula dan bukan gula. Komponen gula dikenal dengan nama glikon dan komponen bukan gula dikenal sebagai aglikon. Bila gula yang terbentuk adalah glukosa maka golongan senyawa itu disebut glukosida, sedangkan bila terbentuk gula lainnya disebut glikosida.

=========================================================
 1 Obat Untuk 50 Penyakit Hanya Rp 75.000 / Kg ! 
Garansi : Apabila paket sampai dalam kondisi tidak baik, kami ganti 2x jumlah pembelian anda 

Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. 
Bawang dayak ini juga dapat mengatasi beberapa keluhan seperti kanker kista,prostat,diabetes,asam urat,hipertensi,gangguan pencernaan lambung,kolesterol,gondok,bronkhitis,stamina dan gangguan seksual.

 Bawang ini dapat dibuktikan dalam 2 jam ada hasilnya bagi penderita seperti diabetes, asam urat, sakit pinggang, pegal-pegal, darah tinggi. 

Aturan pakai (untuk semua jenis penyakit) : 
 - Ambil 5-6 butir bawang, cuci bersih, dan potong kecil-kecil 
- Rebus bawang dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya 
- Minum air rebusan bawang, sehari 2x 

Harga : Rp. 75.000,-/kg (belum termasuk ongkos kirim)
Tersedia juga Paket Promo: Beli 4 kg Gratis 1 Kg

Order SMS ke :
  PIN BBM  75D2AFD9

Silahkan SMS dengan format :

NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO. HP, PRODUK YG DIPESAN, JUMLAH PESANAN

Contoh : 
Ahmad Wahyudi, Jl. Mampang Prapatan II No. 15 RT. 36 RW. 11 Jakarta Selatan 12790, HP. 0813264575788, Bawang Dayak, 1 Kg

  • Setelah menerima SMS Anda, segera kami balas dengan total harga dan ongkos kirim serta nomor rekening transfer (BCA) untuk pembayaran.
  • Begitu transfer kami terima, barang segera kami kirim dan no resi pengiriman akan kami beritahukan via SMS.
Read More >>
 

Daftar Isi

Most Reading