Bawang Berlian untuk Pengobatan Prostat

Umbi bawang berlian manjur membantu mengatasi pembengkakan prostat.
 
Ibarat pepatah sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Konsumsi bawang berlian bukan hanya membantu proses penyembuhan hiperplasia, tetapi juga masalah sperma terlalu encer sehingga sulit mendapatkan momongan. “Selama 15 tahun menikah kami belum dikaruniai keturunan,” cerita Eli yang positif hamil empat bulan berikutnya setelah Edwin rajin mengonsumsi bawang berlian. Kini mereka dikaruniai putri berumur 13 bulan.

Bawang Berlian untuk Pengobatan Prostat
Berurine saat-saat mencemaskan bagi Edwin Saputra-ia meminta nama sebenarnya tak disebut. Edwin merasa nyeri di pinggang dan perut. Itulah sebabnya, Edwin bergegas memeriksakan diri ke sebuah rumahsakit atas dorongan sang istri, Eli Sukmawati. Hasil rontgen pada 2009 menunjukkan bahwa terjadi pembengkakan kelenjar prostat. Untuk mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan itu, Edwin disiplin mengonsumsi obat resep dokter.

Namun, sakit di pinggang tak kunjung reda. “Dokter menyarankan operasi jika pembengkakan semakin membesar,” kata Eli. Kondisi itu mengganggu pekerjaan Edwin karena ia perlu beristirahat 3-4 hari. “Ketika kambuh tangan dan kakinya dingin, muka pucat, dan tidak bisa tidur semalaman,” ungkap Eli yang berupaya mengurangi makanan bersantan bagi Edwin untuk mencegah perih di perut. Berdasarkan pengalaman, setiap kali mengonsumsi masakan bersantan, perut Edwin sakit.

Mendapat momongan

Kelenjar prostat merupakan kelenjar kelamin pria yang memproduksi cairan sperma. Ukurannya sebesar biji kemiri dengan posisi di bawah kandung kemih mengelilingi pangkal saluran kemih atau uretra. Prostat yang membengkak atau hiperplasia menyebabkan tekanan pada uretra alias saluran kemih. Dampaknya urine sulit keluar, persis pengalaman Edwin.

Menurut dr Agus Setiawan SpU, dari Rumahsakit Umum Persahabatan di Jakarta Timur, pembengkakan prostat akibat perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5 alfa reduktase. DHT itulah yang merangsang pertumbuhan sel-sel prostat tak terkendali. Penyebab lain, tidak seimbangnya hormon estrogen-testosteron. Semakin tua usia seseorang, hormon testosteron menurun, sementara hormon estrogen tetap. Kondisi tidak seimbang itu menyebabkan sel-sel prostat baru menurun, tetapi berumur lebih panjang sehingga prostat pun membesar.

Untuk mengatasi hiperplasia, Edwin memenuhi anjuran seorang rekan kerja yang menyarankan konsumsi bawang berlian pada 2010. Eli merebus irisan tiga siung besar atau enam siung kecil bawang berlian segar dalam tiga gelas air. Setelah mendidih dan tersisa segelas, ia mematikan kompor, dan menyaring saat ramuan hangat. Edwin mengonsumsi air rebusan bawang berlian sebelum tidur. Jadi, konsumsi segelas rebusan bawang berlian hanya sekali sehari.

Empat bulan rutin mengonsumsi rebusan Eleutherine palmifolia, kondisi Edwin mulai membaik. Sakit di perut dan pinggang mulai berkurang. Meski demikian, ayah satu anak itu tetap mengonsumsi bawang berlian agar kondisi tubuh membaik. Bahkan, Edwin juga kerap mengonsumsi bawang dayak itu sebagai lalapan. “Keluhan sakit pinggang dan perut sudah jarang kambuh,” cerita Eli.

Ibarat pepatah sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Konsumsi bawang berlian bukan hanya membantu proses penyembuhan hiperplasia, tetapi juga masalah sperma terlalu encer sehingga sulit mendapatkan momongan. “Selama 15 tahun menikah kami belum dikaruniai keturunan,” cerita Eli yang positif hamil empat bulan berikutnya setelah Edwin rajin mengonsumsi bawang berlian. Kini mereka dikaruniai putri berumur 13 bulan.

Terbukti

Bagaimana bawang berlian membantu mengatasi hiperplasia? Riset spesisifk bawang berlian untuk mengatasi pembengkakan prostat belum ada. Namun, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi membuktikan bawang berlian berefek antiinflamasi atau antiperadangan. Khasiat bawang berlian sebagai antiinflamasi mendekati fenilbutazon-obat antiradang yang umum digunakan. Infus umbi Eleutherine americana menghambat volume radang pada telapak kaki tikus pada dosis sama dengan rimpang temulawak, yaitu sebesar 480 mg/100 gram bobot tubuh.

Menurut Dr Sukrasno, farmakolog di Institut Teknologi Bandung, kandungan dalam bawang berlian adalah eleutherine. Eleutherine merupakan senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain antioksidan, eleutherine juga memiliki peran penting lain sebagai antibakteri dan antikanker.

Khasiat bawang berlian untuk beragam penyakit sudah dikenal di kalangan herbalis. Lukas Tersono Adi, herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, meresepkan bawang berlian untuk melancarkan alirah darah, stroke, dan kanker. Untuk penyakit kanker, Lukas meresepkan pada kanker yang berkaitan dengan darah, seperti leukemia. “Bawang dayak mampu membersihkan darah dari radikal bebas,” ungkap alumnus Universitas Diponegoro itu.

Sebagai pelancar aliran darah yang biasanya disertai gangguan pencernaan, Lukas meresepkan kombinasi bawang berlian dengan pegagan Cantella asiatica, daun dewa Gynura segetum, dan kunyit Curcuma domestica. Bobot masing-masing bahan itu 2-5 gram. Rebus ramuan itu dalam 5-6 gelas air hingga mendidih dan tersisa sepertiga atau setengahnya. Ramuan itu diminum 2-3 kali sehari. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Bondan Setyawan)

Disqus Comments